Semester kemarin aku belajar bahwa salah satu alasan ingatan seseorang dapat masuk ke memori jangka panjang adalah karena ia memaknai ingatan atau peristiwa yang terjadi.
Beberapa saat lalu aku mengalami contoh nyatanya. Jadi ketika itu aku dan temanku berada di kos temanku. Lalu temanku nyeletuk "Eh Lala, kemarin kamu nangis disini ya? Karena aku"
Aku bingung dan ga inget hah kapan. Terus aku mikir lagii oiya beberapa hari yang lalu aku memang menangis karena dia kasar sama orang tua nya. Aku bahkan gatau alasan aku nangis tu apaa wkwk keknya keinget sama ortuku dehh..
Beberapa saat yang lalu juga pernah ada temanku SMA (X) yang sekarang menjadi temannya temanku SMP (Y)
Saat Y bertemu aku, Y mengatakan bahwa X cerita tentang ceritaku kepadanya saat aku masih SMA. Jadi kurang lebih saat itu aku bercerita tentang suatu hal, kemudian aku ga nyangka kalo X ini masih ingat dan bahkan bisa bercerita ke Y.
Dari kedua cerita di atas, aku tu ngga sadar kalau aku udah mengatakan itu sampe mereka kok bisa bisanya masih inget. Kemudian aku mulai mikir, oh berarti kita tu harus hati-hati yak karena kadang kita ga sadar telah menanamkan memori jangka panjang pada seseorang. Karena kita ngga pernah tau ingatan apa yang akan dimaknai oleh orang tersebut.
Termasuk ingatan buruk atau ingatan negatif.
Kayak kamu misalnya nulis surat buat seseorang. Kamu mungkin lupa isi surat yang kamu tulis.
Tapi orang yang menerima surat itu akan selalu dapat membaca ulang surat yang kamu tulis.
Selama itu ingatan positif mah ndapapa, tapi kalo itu ingatan buruk? Hmm sad juga kalo ada orang yang terus mengingat memori buruk yang di tanamkan orang lain.
Semoga kita senantiasa dapat menanamkan memori positif pada orang lain ya gengs.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar